Bintan, April 2026.

Sejarah Pulau Dendun di Kabupaten Bintan
Setiap nama pulau pasti ada sejarah yang tersirat dan telah di kisah kan oleh keturunan baik dari pulau tersebut hingga sekarang.
Kadangkala nama pulau atau kampung itu berubah suai,karena penyedap pemanggilan pulau itu,namun pembukuan sejarah pulau pulau yang ada di Kepri tidak di bukan untuk bekal anak cucunya.
Di Bintan pesisir misalkan, banyak pulau yang telah diberi nama seperti cenot belakang sidi tg renggang Mantang dendun dan lainnya.
Semua nama pulau itu memiliki sejarahnya, namun sayang nya sejarah itu hanya dari mulut ke mulut tidak ada di bukukan sebagai pelajaran muatan lokal.
Pulau Dendun sejak dahulu terkenal dengan hasil ikan nya sampai sekarang,sehingga berkat Riski ikan itu banyak masyarakat pulau Dendun memiliki saham di Tanjungpinang.
Tidak heran banyak masyarakat kagum dengan pulau tersebut, sebagaimana yang di utarakan oleh salah satu kades Mantang, yang mana masyarakat nya kompak sekali dalam bekerja ungkap nya kepada media ini bulan April 2026.
Dari itu juga masyarakat dendun telah melahirkan anggota DPRD asal anak asli Dendun.
Sekarang Desa Dendun masuk Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan,akses mau ke dendun bisa dari Tanjungpinang batu licin dan sei enam kijang.
Dendun sendiri merupakan Desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.056 orang. Diantaranya, 534 laki-laki dan 502 perempuan.
Untuk jumlah KK ada sebanyak 318,” sebut Kepala Desa Dendun, Eva Riana sebagimana di lansir media onlin beberapa tahun lalu.
rumah penduduk yang padat hanya menyisahkan jalan seebar sekitar dua meter dengan alas paping blok saja.
Dari kejauhan, terlihat bangunan masjid yang besar dan megah Bernama Masjid Quba.
Ada sebuah Sejarah pemberian nama pulau dendun sekarang tersebut diberikan oleh sekelompok pelaut yang kebetulan singgah di pulau tersebut pada waktu itu memasak nasi menggunakan Dandang yang kemudian pulau ini di berilah nama Pulau Dandang.
Berbagai alir cerita sejarah memang banyak ragam,namun tujuannya hanya satu yaitu penamaan pulau atau desa yang sekarang menjadi percontohan di desa lainnya.
Pada tahun 1930 Masehi pulau dandang ini di tempati satu keluarga yang bernama pak Jail untuk berkebun, tahun 1935 Masehi Pulau Dandang Ini sudah di huni lebih kurang lima kepala keluarga.
Tahun 1945 dibawah naungan penghulu mantang baru kelurahan Bintim diangkat salah satu “Sadar” penghulu (wakil penghulu) yang bernama Tok Ibrahim bersama dengan itu pulau Dandang berganti nama dengan pulau Dendun.
Tok Ibrahim memimpin pulau Dendun dari tahun 1945 sampai tahun 1960.
Pada tahun 1960 dengan pergantian kepemimpinan berganti juga nama kepemimpinan yang tadinya “Sadar Penghulu” menjadi “RK” (Rukun Kampung) yang ditunjuk langsung oleh Camat Bintan Timur. RK (Rukun Kampung) yang di tunjuk bernama Karim Yasin pada tahun 1961 sampai dengan tahun 1971.
Pada tahun 1971 berakhir masa kepemimpinan RK (Rukun Kampung) Karim Yasin ditunjuk pengganti bernama Karim Saleh.
Dengan kepemimpinan RK Karim Saleh Pulau Dendun di mekarkan pada tanggal 22 September 2006 Karim Saleh memimpin Pulau Dendun dari Tahun 1971 sampai dengan tahun 2008.
Dengan pemekaran tersebut status pulau dendun menjadi Desa Dendun yang di pimpin oleh Plt Kepala Desa bernama Bapak Yan.
Pada tanggal 12 Juli 2008 Desa Dendun melaksanakan pemilihan kepala desa untuk yang pertama kalinya yang dipilih secara langsung oleh Masyarakat melalui Pilkades dengan jumlah calon saat itu sebanyak dua orang yaitu Bapak Azman dan Bapak Badrun.
