Karimun, MelposeMei 2026.

Bahasa Melayu merupakan logat atau cakap serta intonasi dan interaksi khas sesama kawan sahabat dan keluarga,bahkan bahasa Melayu sekarang di ajarkan sebagai muatan lokal di sekolah dasar hingga menengah sesuai UU kearifan lokal.
Kabupaten Karimun membuat Kebijakan yang sangat pantastis dan terarah sesuai daerah khas Melayu agar di sekolah pada hari tertentu menggunakan bahasa Melayu atau logat becakap intonasi Melayu sebagaimana kehidupan masyarakat di kampung dan desa yang ada di Karimun ungkapnya

Tidak semua daerah program dan kebijakan ini di buat,bahkan kita sendiri kadangkala tidak pernah becakap logat Melayu sesama kawan.
Dan Sesuai dengan visi Kabupaten Karimun menempatkan berbudaya dan berbahasa Melayu merupakan sebagai salah satu tujuan visi kita untuk mengingatkan agar tidak lupa dengan bahasa Sendiri dari kahir hingga sekarang tegas Bupati Karimun lewat saluran wa ia sampaikan 22/5.
Disamping menjaga kelestarian bahasa daerah yaitu berbahasa Melayu tulen, pemerintah Kabupaten Karimun juga menjaga identitas daerah sebagai bagian dari kearifan lokal yang harus di jaga dan dilestarikan.
Tujuan dari Revitalisasi bahasa daerah adalah melindungi bahasa Melayu dari kepunahan sekaligus mengembalikan fungsi dan penggunaannya sebagai identitas budaya dan sarana komunikasi antargenerasi.memdatang maupun sekarang ungkap Bupati Karimun Ing.H.Iskandarsyah.

Bukan hanya di lembaga pendidikan di ajarkan berbahasa Melayu,namun di lembaga pemerintah Kabupaten Karimun juga akan di terapkan dalam sepekan satu hari wajib menggunakan bahasa Melayu dan berbaju kurung bertanjak.
Dengan penanaman itu, Bupati Karimun Ing.H.Iskandarsyah atas nama pemerintah kabupaten Karimun pada tanggal 25 Mei 2026 akan mendapatkan penghargaan dari kementerian pendidikan dasar dan menengah Republik Indonesia atas dedikasi seorang pemimpin yang telah membangun negeri dan mempertahankan bahasa daerah khususnya Melayu itu.

Penerima penghargaan dari Mentri pendidikan dasar dan menengah juga diberikan kepada gubernur Kepri Ansar Ahmad di hari yang sama.
Menurut keterangan dari kepala dinas pendidikan Karimun Grandy bahwa sejak tahun 2025 telah ada mata pelajaran muatan lokal tentang budaya Melayu yang dalam satu Minggu ada 2 jam perkelas ungkap Grandy kepada media ini beberapa hari lalu.
