Mantang Lama Miliki Pembudidaya Teripang Atau Gamat.
Bintan, April 2026.

Bahasa orang pulau itu sering masyarakat menyebutnya dengan nama nabi nabi dan Gamat,serta bahasa internasional nya Teripang.
Tidak semua masyarakat yang dapat membudidayakan hewan laut yang satu ini, karena pembudidaya harus memiliki etos kerja komitmen tinggi.
Di desa Mantang lama telah ada masyarakat yang berhasil membudidayakan Teripang ini ,dan telah sukses dengan pasaran di Batam.
Hal ini di ungkapkan oleh kades Mantang lama Mahmudin ketika media ini Besembang sembang dikediamannya 17/4,namun pembudidaya teripang tidaklah mudah perlu ketekunan yang kuat ujarnya.
Memang Bisa untung, dan lumayan besar tapi tidak instan Teripang itu komoditas ekspor high-value, makanya banyak yang nyebut “emas laut ungkap kades Mantang lama.
Teripang memiliki komoditi Harga jual tinggi
Jika di keringkan kualitas bagus bisa Rp1,5 juta – Rp4 juta/kg, tergantung jenisnyanserta pengelolaan secara bersih ungkap kades lagi.
Teripang pasir, susu, atau teripang duri paling dicari pasar China, Hongkong, Taiwan untuk makanan & obat. Harga basah di tingkat pembudidaya Rp40rb – Rp180rb/kg.
Permintaan ekspor stabil dan menguntungkan di negara China & negara Asia Timur konsumsi teripang buat imlek dan obat tradisional.
Sedangkan Indonesia salah satu pemasok teripang terbesar utama dunia, apalagi Kepri yang lautnya masih relatif bersih dan untuk teripang atau gamat masih senang di cari.
Karena Teripang makan detritus/organik di dasar laut, Sistem budidaya keramba dasar atau pen-culture nggak butuh pelet mahal Cuma butuh lokasi berpasir, arus tenang, air bersih.
Karena Waktu panen teripang itu berkisar 8–12 bulan baru ukuran konsumsi, Jadi modal kesabaran serta keyakinan pembudidaya lah yang akan membuahkan hasilnya.
Untuk di Kepri sudah punya akses laut bersih, bisa jaga lokasi, dan sabar dalam menjalankan Banyak kelompok nelayan di Bintan dan Lingga udah jalan pembudidaya teripang ini.
