Masih Menunggu Perhatian, Pagoda di Singkep Peninggalan Era PT Timah Kian
Terlupakan

Diduga berdiri sejak masa kejayaan pertambangan timah awal abad ke-20, bangunan ini menjadi saksi sejarah keberagaman di Kabupaten Lingga.
Lingga, Maret 2026.
Sebuah pagoda tua yang berada di wilayah Singkep hingga kini masih belum mendapatkan perhatian serius. Bangunan yang diyakini sebagai peninggalan masa kejayaan pertambangan timah tersebut kini terlihat kurang terawat dan berpotensi mengalami kerusakan lebih lanjut.
Berdasarkan penuturan masyarakat setempat, pagoda ini diperkirakan telah berdiri sejak awal abad ke-20, seiring dengan berkembangnya aktivitas pertambangan timah di Pulau Singkep. Pada masa itu, kawasan ini menjadi salah satu pusat produksi timah penting di wilayah Kepulauan Riau.
Aktivitas pertambangan tersebut dikelola pada masa kolonial oleh perusahaan Belanda, yang kemudian dilanjutkan oleh PT Timah Tbk setelah kemerdekaan Indonesia. Kehadiran pekerja dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas Tionghoa,
turut membawa pengaruh budaya dan tradisi, salah satunya dengan mendirikan pagoda sebagai tempat ibadah.
“Dulu di sini ramai pekerja tambang, Pagoda ini jadi tempat ibadah sekaligus simbol keberagaman masyarakat saat itu,” ujar seorang warga yang mengetahui seluk beluk nilai sejarah di kawasan tersebut.
Namun, seiring berakhirnya masa kejayaan tambang timah di Singkep sekitar akhir abad ke-20, banyak fasilitas penunjang, termasuk bangunan bersejarah seperti pagoda, mulai ditinggalkan tanpa pengelolaan yang memadai dan serius.
Kini, kondisi pagoda tersebut tampak memprihatinkan, Beberapa bagian bangunan menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat usia dan minimnya perawatan.
Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat akan hilangnya salah satu jejak sejarah penting di daerah tersebut.
Padahal, pagoda ini memiliki nilai historis yang tinggi, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai bukti keberadaan komunitas pekerja tambang dan perjalanan panjang industri timah di Singkep.
Jika dikelola dengan baik, situs ini berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya yang dapat menarik wisatawan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mengambil langkah nyata, seperti pendataan sejarah, penetapan sebagai cagar budaya, hingga upaya revitalisasi bangunan.

Tanpa perhatian serius, bukan tidak mungkin pagoda peninggalan sejarah ini akan terus mengalami kerusakan dan akhirnya hilang, meninggalkan cerita yang tak lagi bisa disaksikan oleh generasi mendatang di Kabupaten Lingga.zoel
