THR Pupus, Lebaran Tiba dan Doa yang Ditahan
Sekarang keluar dari lorong kekuasaan itu.
Kepri, Maret 2026.

Masuk ke rumah-rumah sederhana di pulau-pulau Lingga. Ke meja makan yang mulai sepi lauk pauk Ke anak-anak yang belajar tidak banyak bertanya karena tahu ada sesuatu yang sedang disembunyikan ayah atau ibunya di balik senyuman yang tidak nyaman.
Lebaran 1447 H tahun ini Ribuan ASN Lingga dan PPPK masih menunggu THR yang tidak kunjung masuk ke rekening hingga sekarang, dan hal ini pon dibenarkan oleh salah seorang pejabat lingga kepada media ini 22/3.
Alasannya selalu sama yang Diulang setiap tahun seperti kalimat hafalan yang sudah tidak lagi malu untuk diucapkan:
“Menunggu transfer dari pusat.”
Jubir Banggar DPRD Lingga justru membeberkan angkanya langsung “kas daerah kosong.”ungkapnya
Dibutuhkan sekitar Rp20 miliar untuk membayar THR seluruh ASN dan uang itu tidak ada ungkapnya beberapa hari lalu bulan Maret 2026.
Rp20 miliar. Untuk membayar hak orang-orang yang sudah bekerja satu tahun penuh.
Lebih menyayat lagi sebagian ASN Lingga sudah terlilit utang rentenir karena THR tidak kunjung datang, sementara kebutuhan Lebaran tidak bisa dinegosiasikan.
Orang yang bekerja untuk negara, di bulan paling mulia dalam setahun, menundukkan kepala di depan rentenir demi bisa merayakan Lebaran dengan sedikit bermartabat.
Gaji Desember 2025 hampir sebulan tidak cair Kontrak PPPK hanya satu tahun, bukan empat seperti yang dijanjikan. Mimpi menggadaikan SK untuk cicilan rumah dikubur kembali. Kalender fiskal daerah selalu berakhir dengan cerita yang sama “kas tipis, janji menggantung, rakyat yang menunggu.”
Ini bukan nasib buruk yang datang tiba-tiba. Ini buah dari bertahun-tahun PAD yang tidak tumbuh, potensi laut dan pariwisata Lingga yang hanya jadi bahan pidato, dan ketergantungan pada transfer pusat yang sudah menjadi kebiasaan yang tidak mau diobati.
PNS dan PPPK Lingga yang Lebarannya tahun ini disambut dengan THR belum pasti sampai sekarang ,kontrak yang hanya setahun, dan doa yang ditahan agar tidak terdengar seperti mengeluh kalian adalah bagian paling jujur dari tanah ini.brbagai sumber
