*Sejarah rokok dan judi di Indonesia itu kisah panjang, dan keduanya Sudah ada sejak zaman kolonial Penjajahan.
1. Sejarah Rokok di Indonesia

Asal mula sejak Abad ke-19 Rokok kretek pertama kali dibuat di *Kudus, Jawa Tengah* sekitar tahun 1880-an oleh *Haji Jamhari*. Katanya dia bikin rokok dari tembakau dicampur cengkeh buat ngobatin sesak napas ketika itu.
“Kretek” dari suara _kretek-kretek_ saat cengkeh dibakar itulah asal muasal nama sebuah cerita rokok kretek hingga sekarang.
Zaman Penjajahan Belanda.
Penjajah Belanda mereka tidak bikin rokok, tapi monopoli tembakau, Mereka buka perkebunan tembakau di Deli, Sumatra. Tembakau Deli jadi ekspor kelas dunia Rokok kretek lokal mulai populer karena murah & rasanya khas.
Setelah Merdeka Industri rokok kretek jadi salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia seperti di Kudus, Malang, Surabaya jadi sentra pabrik besar seperti Djarum, Gudang Garam, Sampoerna dan merek lainnya yang tumbuh secara pesat dan beredar di masyarakat luas.
Cukai rokok sekarang jadi salah satu jadi penyumbang anggaran terbesar APBN, sekitar Rp200 triliun per tahunnya.
Ciri khas rokok Indonesia seperti Rokok kretek cuma ada di Indonesia, karena Di luar negeri jarang ada Ini budaya lokal yang nyatu sama ekonomi, seni, dan tradisi.
Seiring perkembangan zaman dan untung berbisnis rokok,maka 5 terakhir ini bermunculan Rokok non bandrol yang di anggap ilegal karena tidak membayar pajak ke negara tapi masok ke kantong kantong pejabat yang ada di Indonesia terutama provinsi Kepri.
Rokok olahan dari pabrik Batam harganya terjangkau oleh kocek masyarakat di pelosok kabupaten dan kota yang ada di Kepri ini.
Tidak heran jika bandar rokok kaya semua bahkan pejabat penegak hukum pun ikut merasakan nikmatnya anggaran rokok tersebut.
2. Sejarah Judi di Indonesia.

Di zaman kerajaan dan Penjajahan Judi sudah ada sejak zaman dulu, jenis judi itu seperti Ada *adu ayam, dadu, lotre* di mainkan pada keramaian seperti pasar.
Zaman VOC, Belanda legalkan lotre buat cari duit kas negara ketika itu pada Tahun 1920-an, Belanda bikin *”Loterij”* dan *”Toto”* di kota-kota besar yang ada di Indonesia hingga pelosok desa desa.
Di Zaman penjajahan Jepang & Orde Lama Judi dilarang keras karena dianggap merusak moral, Tapi tetap jalan di bawah tanah.untuk kepentingan yang candu judi dan bandar.
Di Zaman Orde Baru presiden Soeharto pernah *legalkan lotre berhadiah Porkas tahun 1985 buat untuk pengumpulan dana olahraga saat itu.
Porkas itu kepanjangan nya Pekan Olahraga dan Ketangkasan. Uangnya yang telah terkumpul di buat bangun stadion Gelora Bung Karno yang saat ini di sebut gelangan olahraga Gelora Masih megah berdiri hingga saat ini.
Tapi pada tahun 1987, Porkas dicabut karena demo dari ormas ormas Islam yang menuntut bahwa agar perjudian di tutup karena melanggar aturan Agama .
Sejak itu *judi dilarang keras tumbuh di seluruh Indonesia termasuk di desa desa dan pemerintah mengeluarkan UU lewat KUHP Pasal 303.
Sekarang Semua bentuk judi ilegal, termasuk togel, slot, sabung ayam, judi online gamezone siji dan mesin ketangkasanTapi faktanya masih marak tumbuh subur di Kepri khusus nya di Tanjungpinang.
Saat ini gelangan perjudian dan rokok senyawa yang tetap tumbuh subur khusus di provinsi Kepri,karena tiap tiap warung kecil dan besar ada jual rokok non bandrol dengan harga yang berpatutan.
Apa lagi bentuk perjudian telah tersebar di mana mana dengan subur sehingga APH hanya bermain mata dengan bandar.
Jadinya Dua-dua kisah perjudian dan rokok muncul dari kolonial penjajahan yang hidup di masyarakat Indonesia dan jadi perdebatan antara rusaknya moral dan ,penguatan ekonomi masyarakat sampai sekarang yang tidak ada jalan untuk membasminya.
