Sejarah perlombaan Jong di Kepulauan Riau (Kepri) memiliki akar yang kuat dalam budaya Melayu.
Kepri, Agustus 2025.
Jong adalah permainan tradisional masyarakat Melayu, khususnya di pesisir Kepri, yang sudah berlangsung ratusan tahun sejak masa Kerajaan Johor Pahang Riau Lingga.
Ada dua versi tentang asal usul Jong
Akulturasi Budaya Tionghoa, Salah satu versi menyebutkan bahwa Jong merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa.
Permainan Rakyat Melayu Versi lainnya menyebutkan bahwa Jong adalah permainan asli rakyat Melayu pesisir Kepri.
Permainan Jong dilakukan dengan menggunakan perahu layar kecil dan besar serta miniatur yang terbuat dari kayu, dengan ukuran yang bervariasi ukuran Jong nya.
Permainan ini biasanya dimainkan saat musim angin utara, ketika nelayan tidak melaut karena cuaca.
Jong dimainkan di pantai atau tepi laut, dan pemain harus memperhatikan arah dan musim angin agar Jong dapat berjalan dengan baik.
Aturan Permainan
Dalam perlombaan Jong, peserta akan membawa Jong ke arah tengah laut, kemudian melepaskannya sesuai dengan aba-aba dari panitia pelaksana.
Jong yang pertama mencapai garis finis akan dinyatakan sebagai pemenang. Ada beberapa aturan yang harus diikuti, seperti:
Ujung Jing harus berjalan lurus: Jong harus berjalan sesuai dengan jalur yang telah ditentukan.
Jong yang tumbang atau keluar dari garis batas Jong yang tumbang atau keluar dari garis batas pertandingan akan dianggap gugur atau kalah.
Saat ini, banyak komunitas yang masih aktif memainkan Jong, dan pemerintah daerah harus dan bahkan mengadakan perlombaan rutin untuk mempromosikan permainan tradisional ini.
Ditap kabupaten dan kota yang ada di provinsi Kepri telah ada ada komunikasi dan kelompok pengemar Jong.
Kepala Desa Semembang Suhaimi Usman juga telah mengadakan Lomba Jong Kate di desa nya dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 80 di akhir bulan Agustus di pantai semembang.
Namun, bukan cuma sebagai permainan tradisional saja, perahu Jong juga termasuk olahraga tradisional dan budaya masyarakat Melayu Kepri khususnya pesisir.
Kepala desa semembang Suhaimi Usman mengatakan perahu Jong merupakan permainan tradisional dan olahraga masyarakat kepulauan dan pesisir yang sudah berumur puluhan tahun dan Bahkan permainan ini hanya bisa dijumpai di pulau-pulau yang ada di Kepri tegas nya .
Perahu Jong merupakan olahraga kearifan lokal, sehingga harus terus dilestarikan serta dipopulerkan agar tidak tergerus oleh zaman.
Saat datang angin musim utara, perlombaan Jong akan digelar sebagai ajang untuk melestarikan permainan rakyat sekaligus media silaturahmi dari para penghobi Jong di kepulauan Riau.
Perahu kecil ini tidak membutuhkan awak. Layar besarnya akan beradu dengan angin untuk bisa membuatnya melaju.