Kepri, MelposeMei 2026.

Hampir setahun proses proyek strategi yang menguntungkan negara itu belum jalan hingga sekarang yaitu Pengerukan Pasir Laut di wilayah desa Numbing.
Masyarakat yang tidak setuju dan setuju membawa perkara ini di DPRD Provinsi Kepri guna menyampaikan harapan dari masyarakat nelayan bulan April Kemarin.
Namun RDP itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan,karena di anggap tidak ada jalan solusinya, ratusan nelayan pesisir di kijang Numbing Mantang mengadakan unjuk rasa di istana perkantoran gubernur Kepri bulan mei 2026 awal.

Lagi lagi belum juga mendapatkan keputusan vinal,dengan pemerintah provinsi di wakilkan ke sekda Kepri Misni.
Dan akhirnya masyarakat Numbing dan sekitarnya di ajak bermusyawarah dan mufakat terhadap persoalan tambang keruk pasir dilaut.

Rapat itu telah di gelar oleh pihak kecamatan desa dan di dampingi oleh pemerintah provinsi Kepri seperti Bakesbangpol Kepri dan dinas DLH termasuk sekda Kepri juga hadir menyambut arus harapan masyarakat nelayan.
Dan ketika media ini mengkonfirmasi ke kades numbing serta ke dinas lingkungan hidup provinsi Kepri persoalan atau hasil musyawarah tersebut kedua pejabat negara itu tidak memberikan tanggapan,21/5.
Menurut masyarakat Nelayan dari desa Mantang 
yang enggan namanya di publish secara tegas menolak jika pasir laut itu di keruk,apakah arus laut bisa di bendung dan kita ni sehari hari nelayan jika terganggu habitat rumah ikan dipastikan pendapatan nelayan akan berkurang bahkan kita melaut pun tidak dapat ikan ungkapnya kepada media ini ketika berada di seienam kijang beberapa waktu lalu bulan mei 2026.
Pemerintah Provinsi Kepri dan kabupaten Bintan kepala desa Numbing juga belum mengambil sikap, apakah berpihak ke masyarakat nelayan atau harus mendukung proyeknisasi sedimentasi pasir laut itu.
