Kepri, MelposeMei 2026.

Namanya Joshepa Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang diperlalukan tidak adil oleh para dewan juri lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI tahun 2026.
Meskipun jawaban dia dinyatakan salah dan timnya kalah di ajang lomba final cerdas cermat, namun sejatinya dia telah mendapatkan kemenangan di mata rakyat.
Keberaniannya dalam mengajukan protes harus diacungi jempol, Setidaknya dia telah menunjukkan Jawabannya terbukti benar, berarti dia memang anak pintar dan cerdas.
Dia ketika protes didahului dg kata “maaf”, artinya dia punya etika, sopan santun dan keberanian secara mental.
Dia juga sempat meminta agar mc/juri bertanya kepada penonton sebagai saksi, bahwa jawabannya sama dengan jawaban peserta lain yang dibenarkan oleh juri. Meskipun akhirnya permintaan itu tidak dikabulkan.
Segala cara dan usaha sudah dilakukan, akan tetapi memang dewan jurinya tidak bijak. Dewan juri tetap menganggap jawaban Joshepa Alexandra salah dan menyinggung soal artikulasinya yang tidak jelas.
Kini, setelah mendapatkan banyak kritikan dari masyarakat, pihak panitia justru mengatakan bahwa ada gangguan pada speaker dewan juri.
Lho, kok bisa awalnya bilang masalah artikulasi, sekarang ganti masalah speaker.
Jadi terserah masyarakat dan netizen mau percaya siapa. Kalau saya jelas tidak percaya sama sekali dengan alasan speaker bermasalah. Saya lebih percaya bahwa yang bermasalah mental dan telinga dewan jurinya. Lomba cerdas cermat, tapi juri dan mc tidak ada yg cermat.
