Lingga, April 2026.

Pelayanan penyeberangan Roro rute Penarik–Jagoh kembali menjadi sorotan, Seorang petugas portal masuk di pelabuhan diduga menunjukkan sikap tidak profesional dan kurang empati terhadap penumpang, khususnya mereka yang dalam kondisi sakit.05/04/2026.
Kejadian ini bermula saat seorang penumpang yang baru selesai menjalani operasi kaki di rumah sakit encik maryam dilingga harus menghadapi antrean panjang di tengah kondisi panas yang menyengat saat di pelabuhan roro penarik menuju ke jago.
Meski kondisinya jelas tidak memungkinkan untuk menunggu lama, petugas tetap mengabaikan permintaan agar penumpang tersebut diprioritaskan masuk ke kapal.
Beberapa penumpang lain yang melihat kondisi tersebut turut menyuarakan keprihatinan. Teriakan, “Tolong cepat, ada orang sakit!”
sempat dilontarkan oleh salah satu penumpang yang ikut mengantre Bahkan sebelumnya telah diajukan permintaan secara langsung kepada petugas agar penumpang dalam kondisi pasca operasi bisa diprioritaskan masuk lebih dulu setelah penumpang dari arah Jagoh turun di Pelabuhan Penarik.
Namun, permintaan tersebut tidak mendapat respons yang layak Akibat kelalaian tersebut, penumpang yang dalam kondisi sakit itu tidak hanya dipaksa menunggu lama, tetapi juga tidak mendapatkan fasilitas atau tempat istirahat yang layak saat sudah berada di dalam kapal.
Hal ini menunjukkan lemahnya standar pelayanan serta minimnya kepedulian terhadap kondisi darurat penumpang.
Pelayanan transportasi publik, khususnya penyeberangan laut, seharusnya mengedepankan aspek kemanusiaan, keselamatan, dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa, terlebih bagi penumpang dengan kondisi kesehatan khusus.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas di lapangan serta memberikan pembinaan yang tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Penumpang berhak mendapatkan pelayanan kenyamanan yang manusiawi, profesional, dan berempati apa lagi bagi penumpang mengakami sakit ibu hamil dan ibu menyusui.bon2
