Bupati Karimun Buka Festival Lampu Colok Tujuh Likur di Kundur, Tradisi Lama Kembali Bersinar 1447 Hijriyah Tahun 2026.
Karimun,Maret 2026.

Alhamdulillah kami telah meresmikan Festival Lampu Colok dalam rangka menyambut malam Tujuh Likur Ramadan 1447 Hijriah, di Kel. Sawang KM 8, Kecamatan Kundur tegas Bupati Karimun di hadapan peserta dan undangan lainnya.
Tradisi lampu colok merupakan warisan budaya masyarakat Melayu yang sudah ada sejak lama.

Dahulu, lampu colok menggunakan lampu pelita sebagai alat penerangan sebelum listrik tersedia secara luas ungkap Bupati Karimun.
Untuk menjaga keberlanjutan tradisi tersebut, pemerintah daerah kabupaten Karimun mengemasnya dalam bentuk festival yang melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan.
Festival tahun ini menghadirkan dua kategori perlombaan, yakni lampu colok tradisional dan lampu hias yang menampilkan kreativitas masyarakat dalam menghias lampu bernuasa islami.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat, pemerintah daerah juga menyiapkan total hadiah hingga Rp200 juta untuk berbagai kategori perlombaan,
termasuk lampu colok dan kereta hias yang akan memeriahkan rangkaian perayaan Idul Fitri di Karimun tahun 2026 ini.
“Tradisi lampu colok ini sudah ada sejak zaman dulu ketika masyarakat menggunakan lampu pelita sebagai penerangan. Tradisi ini kemudian terus dilestarikan hingga sekarang,” ujar Iskandarsyah.
