Dari Hansip Jadi Wali Kota! Inilah Profil Amsakar Achmad, Birokrat Tulen yang Kini Resmi Pimpin Kota Batam
Kepri, February 2026.
Garis tangan seseorang siapa yang tahu. Kalimat ini rasanya tepat untuk menggambarkan perjalanan hidup Amsakar Achmad. Siapa sangka, pria yang mengawali karier birokrasinya di lingkungan Markas Wilayah Pertahanan Sipil (Mawil Hansip) ini, kini resmi menyandang tongkat komando sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam periode 2025–2030.
Dilantik pada 20 Februari 2025, Amsakar melangkah ke kursi nomor satu di Kota Teh Obeng setelah memenangkan Pilkada 2024 dengan raihan suara fantastis, mencapai 66,01 persen.
Berpasangan dengan Li Claudia Chandra, ia berhasil meyakinkan lebih dari 278 ribu warga Batam untuk melanjutkan estafet pembangunan.
Karier dari Bawah Setia pada Proses
Amsakar Achmad adalah definisi nyata dari “memulai dari nol”.
Setelah lulus dari jurusan Sosiologi Universitas Riau pada 1994, ia sempat menjadi dosen.
Namun, panggilan pengabdian sebagai abdi negara membawanya lulus seleksi CPNS pada tahun 1997.
Tugas pertamanya bukan di kantor mentereng, melainkan di satuan Hansip Pemerintah Kota Batam.
Di sinilah mentalitas pelayan masyarakatnya terbentuk. Perlahan namun pasti, kariernya menanjak melalui berbagai posisi teknis.
Di tahun 2000 Amsakar Menempati berbagai kursi Kasubag, mulai dari bagian umum, hukum, hingga perlengkapan.
Era tahun 2011-2015 Menjadi Kepala Dinas PMP-KUKM hingga Kepala Dinas Perindag dan ESDM Kota Batam.
Pengalamannya yang “kenyang” di berbagai sektor birokrasi menjadikannya salah satu birokrat paling berpengalaman yang pernah dimiliki Batam.
Langkah Amsakar masuk ke dunia politik terjadi pada 2015 saat ia mengundurkan diri sebagai ASN untuk menjadi Wakil Wali Kota mendampingi Muhammad Rudi.
Selama dua periode (2016–2024), ia menjadi sosok yang tenang namun strategis di samping Rudi.
Kesetiaan dan kinerjanya selama 10 tahun itulah yang membuatnya menjadi sosok paling kuat saat maju sebagai calon Wali Kota.
Dokter” dalam Ilmu Pemerintahan
Satu hal yang membuat Amsakar disegani adalah semangat belajarnya yang tak pernah padam.
Di tengah kesibukan memimpin kota Batam, ia berhasil menyelesaikan program Doktoral di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan (STIPAN) Jakarta pada tahun 2025.
Kini, dengan gelar Doktor di pundaknya, Amsakar bukan lagi sekadar birokrat yang bekerja berdasarkan kebiasaan, melainkan seorang pemimpin yang memiliki landasan akademis kuat dalam mengelola tata kelola pemerintahan modern dan investasi di BP Batam.
Harapan Baru untuk Batam
Didukung oleh koalisi besar partai politik, mulai dari NasDem, Gerindra, Golkar, hingga PKS, Amsakar memiliki legitimasi politik yang sangat kuat. Tantangannya ke depan adalah menyelaraskan pertumbuhan ekonomi industri Batam dengan kesejahteraan sosial masyarakatnya sebuah tugas yang ia yakini bisa diselesaikan dengan pengalaman sosiologinya dan rekam jejak birokrasinya.
Dari urusan Hansip hingga mengelola investasi triliunan rupiah di BP Batam, Amsakar Achmad telah membuktikan bahwa kesetiaan pada proses akan membuahkan hasil yang manis.wkp.

