Inhil Riau,Maret 2026.

Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi mencatatkan sejarah baru dalam lembaran birokrasinya. Yuliantini (lahir 5 Desember 1971), atau yang akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan hangat Mak Tin, resmi dilantik sebagai Wakil Bupati Indragiri Hilir periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025. Kehadirannya di balai kota bukan sekadar kemenangan politik, melainkan simbol runtuhnya tembok tradisi: ia adalah perempuan pertama yang berhasil menduduki kursi pimpinan daerah di “Negeri Hamparan Kelapa”.
Putri Igal yang Mengenal Akar Rumput
Lahir di Igal, Kecamatan Mandah, Yuliantini adalah putra daerah yang memahami betul denyut nadi masyarakat pesisir Riau. Pendidikan dasarnya ditempuh di Igal, sebelum akhirnya merantau ke Tembilahan untuk melanjutkan sekolah menengah. Karakter kepemimpinannya tidak terbentuk secara instan; ia memulai karier dari sektor swasta sebagai akunting dan sekretaris, yang menempanya menjadi sosok yang teliti dalam urusan manajerial dan administrasi.
Dua Dekade di Parlemen Matang dalam Legislasi
Sebelum melangkah ke ranah eksekutif, Mak Tin adalah “singa parlemen” yang disegani di Indragiri Hilir. Kepercayaan rakyat terhadapnya tidak tergoyahkan selama 20 tahun berturut-turut (2004–2024) sebagai anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir.
Selama dua dekade di legislatif, ia aktif mengawal berbagai kebijakan publik, mulai dari pemberdayaan perempuan hingga penguatan landasan hukum pemerintahan daerah.
Pengalamannya yang panjang di DPRD menjadikannya pasangan yang serasi bagi Bupati Herman, karena ia memahami seluk-beluk penganggaran dan aspirasi masyarakat dari hulu hingga hilir.
Srikandi Golkar dan Pejuang Hak Perempuan
Karier politik Yuliantini tumbuh besar bersama Partai Golkar. Ia telah mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Pengurus Kecamatan (PK) di Pulau Burung hingga menjabat sebagai Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Inhil.
Keterlibatannya dalam berbagai orientasi kementerian mengenai pemberdayaan perempuan parlemen menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan keterwakilan gender di ruang publik. Baginya, politik adalah alat untuk memastikan suara kaum perempuan dan anak-anak di pelosok parit-parit Indragiri Hilir terdengar hingga ke pusat kebijakan.
Visi untuk Negeri Hamparan Kelapa.
Sebagai Wakil Bupati di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Abdul Wahid, Mak Tin memikul tanggung jawab besar untuk membawa perubahan nyata. Fokus utamanya meliputi:
Penguatan Ekonomi Berbasis Kelapa: Memastikan harga komoditas andalan warga Inhil tetap stabil dan memberikan nilai tambah bagi petani.
Aksesibilitas Wilayah Pesisir: Memperjuangkan infrastruktur konektivitas antar-kecamatan yang selama ini terpisah oleh perairan.
Pemberdayaan Perempuan Desa: Menciptakan program UMKM yang inklusif bagi ibu-ibu di pelosok desa.
Yuliantini telah membuktikan bahwa pengabdian yang tulus dan konsistensi selama puluhan tahun akan membuahkan hasil manis.
Sebagai perempuan pertama di puncak kepemimpinan Inhil, ia kini menjadi inspirasi bagi seluruh srikandi di Riau bahwa pintu kepemimpinan terbuka lebar bagi siapa saja yang mau berjuang untuk rakyatnya.berbagai sumber
