Warga Kampung Boyan Bangun Gerbang Lampu Colok dari Kayu Sambut Malam Likuran
Lingga, Maret 2026.

Menjelang malam tujuh Likuran tahun 2026 ini , warga Kampung Boyan kabupaten lingga di kawasan Masjid At-Taqwa telah mendirikan gerbang megah dari sumbangan berbagai lapisan masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dengan membangun gerbang lampu colok berbahan dasar kayu, dan
Tidak lagi menggunakan bambu, tahun ini 2026 masyarakat sepakat mendirikan rangka gerbang dari kayu agar lebih kokoh dan tahan lama.
Sejak beberapa hari terakhir ini para pemuda bersama orang tua terlihat bergotong royong memotong, menyusun, dan merakit kayu menjadi kerangka gerbang yang megah di pintu masuk kampung.
Tradisi lampu colok yang menjadi ciri khas malam tujuh likur di bulan Ramadan ini khususnya di lingga memang selalu dinantikan.
Selain sebagai bentuk penyambutan malam-malam terakhir Ramadan, pembangunan gerbang juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
“Walaupun capek, kami senang karena bisa kerja sama-sama. Ini tradisi yang harus terus dijaga, dirawat dan di lestarikan saban tahunnya ” ujar salah seorang warga yang enggan namanya disebutkan kepada media ini disampaikan 3/3_2026.

Dengan berdirinya gerbang kayu tersebut, Kampung Boyan dipastikan akan tampil lebih semarak dan indah saat malam Likuran yang akan tiba, dihiasi cahaya lampu colok yang menerangi suasana dengan nuansa hangat dan penuh kekhusyukan.zoel
