Kepri, Agustus 2025.
Pelabuhan Dabo Singkep memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan industri pertambangan timah di Pulau Singkep ketika itu,namun hingga sekarang pelabuhan Dabo seperti mati suri.
Pelabuhan Dabo Singkep menjadi penting karena lokasinya yang strategis sebagai penghubung antara Pulau Singkep dengan daerah lain, seperti Tanjung Pinang dan Batam.
Sejarah Pembangunan pelabuhan ini kemungkinan dimulai sejak masa kolonial Belanda, ketika penambangan timah di Singkep mulai dilakukan pada tahun 1812.
Pelabuhan ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh PT Timah setelah kemerdekaan Indonesia.
Karena Pelabuhan Dabo tidak dapat terlindungi dari ancaman angin selatan dan barat maka pemerintah kabupaten lingga mengalehkan pelabuhan penumpang di Jagoh.
Saat ini, pelabuhan di Dabo juga menjadi titik transit bagi kapal kapal kayu dari Jambi yang membawa barang dagangan para pengusaha toko yang ada di Dabo.
Meskipun pertambangan timah di Singkep telah berhenti beroperasi sejak tahun 1992, pelabuhan Dabo Singkep tetap menjadi salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat setempat,ymana tiap pagi dan sore banyak masyarakat Dabo yang menyalurkan hobynya manceng dan menjaring serta berjalan jalan menikmati angin dan gelombang.
Saat ini, pelabuhan Dabo juga menjadi bagian dari upaya pengembangan pariwisata di Pulau Singkep, khusus nya berupa benda tak bergerak.
Dengan demikian, pelabuhan Dabo Singkep telah memainkan peran penting dalam sejarah dan perkembangan Pulau Singkep, baik sebagai pusat industri maupun sebagai penghubung dengan daerah lain.
Menurut masyarakat Dabo yang di jumpai di pelabuhan,bahwa seharusnya pemerintah membagi pelabuhan itu menjadi dua satu di Jagoh dan Dabo ungkap masyarakat Dabo kepada media ini 8/8.
Sehingga kesenjangan ekonomi masyarakat tidak berfokus kepada pelabuhan di Jagoh,karena masyarakat Dabo ketika mau ke Tanjungpinang dan Batam penumpang yang Dari Dabo harus merogoh kocek untuk ongkos ke jagoh sebesar 65 ribu perorang.