Jangan Dibodohi Anak Anak Dengan Pembekalan Ijazah SD.
Lingga, Agustus 2025.
Di pesisir pulau dan pantai tiap kabupaten di Kepri memiliki akses jalan darat yang terbatas sekali sehingga perekonomian masyarakat nya harus melewati jalur laut.
Dan kondisi itu ketika air laut surut maka masyarakat pesisir dapat berjalan kaki lewat pasir dan bebatuan menuju Kampong seberang namun waktu tempuh sangat jauh,ujar salah seorang masyarakat Cikay kepada media ini Minggu yang lalu.
Dan ketika air pasang naik, banyak masyarakat lainnya yang menggunakan pompong besar tidak dapat merapat ke darat karena tidak adanya pelantar tambatan tambah Tiajar ketika mengisahkan perihal keterbelakangan kampongnya.
Apa lagi masalah penerangan cuma ada mesin diesel yang bahan bakar nya dari kami patungan dengan masyarakat yang ada di kampung kami ini tutur nya lagi.
Selain itu , pendidikan yang kami belum rasakan,di mana kedua orang tua kami juga tidak bersekolah sampai lah kepada kami dan ponaan juga,namun benda benda yang terdekat dengan kami semua dikenal apa lagi mata uang bisalah kami hitung kisahnya lagi.
Tapi masyarakat Cikay itu keheranan terutama anak anaknya yang sekolah di sebayur itu gurunya tidak aktif datang mengajar malah tiba tiba anak kami di beri ijazah tahun pelajaran 2024-2025.
Dan kami pun tidak pernah di beritahu tentang kelulusan tersebut,apa lagi anak anak itu tidak dapat membaca secara telos dan berhitung.
Selain itu anak anak tidak pernah ikut ujian akhir sebagai mana aturan,salah seorang orang tua mengatakan bahwa jika anak anak kami belum pandai membaca dan menulis jangan lah di luluskan ungkapnya kepada media ini.
Kelulusan anak anak di Cikay patut di kaji ulang,karena ketika di tes tulis dan baca sama sekali ketiga anak tadi tidak dapat membaca dan menulis bahkan ada anak hanya di tanya jawaban nya cuma bisa geleng-geleng kepala saja.
Media ini terenyuh melihat lembaran satu persatu ijazah kelulusan dari SDN 005 Marok Tua, kepala sekolahnya telah memberikan nilai 7 semua.
Dinas pendidikan kabupaten lingga diminta agar mengkaji ulang kelulusan anak anak yang berada di kampung Cikay ,,agar pemerintah tidak membebani kepintaran anak anak dengan ijazah yang belum mereka masak dengan mata pelajaran.