Raibnya Barang Di Kapal Oceana.

Tanjunpinang, 7 January 2020.
Dalam perjalanannya tidal pernah penumpang kehilangan barang bawaan,yang mana panumpang kapal pasti tahu benar barang bawaannya tersebut.
DI sebuah maklumat hukum kering DI kapal bahwa,ketika kapal lepas tali Dari pelabuhan semua yang terjadi dalam kapal ITU tanggungjawab kapten atau nahoda.
Dan ketika kapal Sandar DI pelabuhan maka kapal tersebut adalah miliknya perusahaan.
Jarang sekali adanya kehilangan barang DI kapal,tapi DI awal tahun 2020 ada barang penumpang kapal oceana 15 hilang ketika Turun di dermaga Tanjungpinang 5/1.
Barang tersebut berisikan busana bayi dalam bentuk satu tas Hitam yang berjumlah seharga satu juta enam ratus ribu jumlahnya.
Karena merasa etika kapten Dan ABK oceana 15 yang kurang bersahabat dengan kejadian tersebut, makanya Zulkifli Harto melaporkannya ke Polsek kawasan pelabuhan SBP Tanjungpinang dengan nomor laporan STPL /01/2020/KKP SBP.
Hampir beberapa jam Zulkifli menunggu DI pelabuhan ingin mendapatkan kepastian barang miliknya,namun Dari pihak Oceania serta agen sailing lempar tanggungjawab.
Dan ketika media INI mengkroscekdi Pelabuhan melalui cctv yang DI miliki oleh Pelindo,bahwa ketika oceana sandar para ABK menurunkan barang yang besar duluan yang berada DI pintu keluar.
Sedangkan barang bawaan penumpang semuanya DI dalam bagasi kapal,sehingga ketika penumpang turun ABK tidal mengkroscek barang bawaan penumpang lainnya.
Hasil penelusuran rekaman CCTV,barang milik Zulkifli DI bawa oleh penjemput.
Yang sangat DI sesalkan oleh Zulkifli bahwa seharusnya pihak oceana mencatat ketika ada barang bawaan yang hilang bukan malah melemparkan persoalan ke agent serta mencari solusi yang tepat tutur Zulkifli lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *