Wali Kota Rombak Jajaran Pejabat Pemko

Batam, 31 Desember 2019.

Tahun 2019 ditutup dengan ini pergantian jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Pelantikan eselon II hingga IV ini dilaksanakan di Aula Kantor Wali Kota Batam, Senin (30/12).

Eselon II yang dilantik antara lain Azril sebagai Kepala Dinas Kominfo. Mantan Kepala bagian Administrasi Pembangunan ini menggantikan posisi Salim yang dilantik menjadi Kepala Satpol PP.

Kemudian mantan Camat Nongsa Heriyanto kini bertugas sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, menggantikan Hendriana Gustini yang dilantik menjadi Inspektur Inspektorat. Mantan Inspektur Heriman sekarang menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum, menggantikan Zarefriadi yang purnatugas.

Serta Hasnah sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, yang sebelumnya dijabat M Syahir sebelum purnabakti.

Sejumlah posisi camat dan lurah juga mengalami pergantian. Posisi Camat Nongsa yang ditinggal Heriyanto kini diisi Arfandi, sebelumnya berstatus sekretaris di kecamatan yang sama. Kemudian Camat Batam Kota diduduki Aditya, menggantikan M Fairuz yang menjabat Camat Bengkong.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berpesan agar segera melaksanakan serah terima jabatan. Paling lambat tanggal 3 Januari. Sehingga pada 4 Januari semua sudah bekerja kembali.

“Pejabat yang bergeser, tidak usah berkecil hati. Tunjangan sudah saya samakan semua. Ke depan, kinerja harus lebih baik. Jika tidak, akan saya ganti,” pesan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Rudi menegaskan bahwa saat ini Pemko Batam masih diawasi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dalam upaya menuju pemerintahan yang baik. Sehingga, ke depannya lebih sempurna. Ia meminta seluruh pegawai wajib melaporkan harta kekayaannya.

“Ada yang disampaikan KPK, terkait laporan harta kekayaan. Tidak ada lagi pegawai yang tidak melaporkan kekayaan, termaksud pegawai biasa. Habis Januari, semua wajib melaporkan harta kekayaan,” ujarnya.

Hal ini kata Rudi sebagai bukti bahwa harta yang dihasilkan pegawai sesuai kinerjanya bukan di luar koridor. Sehingga, ASN bisa lebih meningkatkan kinerjanya.

“Dari sekarang, Bapak/Ibu boleh kaya. Tapi asal bukan dari jabatan bapak/ibu. Ada kejaksaan, KPK dan lainnya yang mengawasi. Sehingga tidak ada lagi yang menjalankan di luar koridor,” kata dia.

Batam saat ini sedang membangun. Ia minta etos kerja PNS ditingkatkan. ASN harus menciptakan inovasi dalam bekerja. Agar ide yang dibangun bisa membantu pimpinan dalam mengembangkan Batam lebih baik lagi ke depannya.

“Kalau tidak ada kerja di kantor, ayo cari ide untuk membangun. Inovasi harus diciptakan, tapi yang positif,” sebut Rudi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *