Liberika, Kopi Khas Tanjungjabung Barat Propinsi Jambi

Jambi, 23 November 2019.

Provinsi Jambi dikenal sebagai salahsatu daerah penghasil kopi di tanah air. Kerinci jadi pusatnya kopi Robusta sejak lama dan kini juga membudidayakan kopi Arabika. Nah, Kabupaten Tanjungjabung Barat menghasilkan kopi berbeda, yakni Liberika.

Kopi Liberika kini semakin populer di kalangan pencinta kopi. Unik dan khasnya kopi Liberika ini lantaran dibudidayakan di daerah gambut dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi. Dari segi bentuk, kopi Liberika juga mempunyai bentuk yang lebih besar dibandingkan jenis kopi arabika dan robusta.

Didukung dengan aspek mutu yang baik dan citarasa kopi yang unik, membuat kopi ini terkenal di pasar kopi domestik maupun luar negeri khususnya Malaysia. Hal ini juga membuat harga kopi Liberika Tungkal lebih mahal dari jenis arabika maupun robusta.

Harga kopi Liberika dalam bentuk green bean biasa dijual kisaran 40.000 Rupiah. Selain green bean dan roasting green bean, masyarakat juga mengolah kopi Luwak dari jenis liberika ini. Kopi Luwak yang dihasilkan bukan dari penangkaran Luwak, melainkan luwak liar yang hidup disekitar perkebunan kopi.

Masyarakat biasanya mengumpulkan biji kopi dari kotoran Luwak yang jatuh disekitar kebun kopi mereka. Kopi Luwak dari jenis Leberika ini harganya terbilang tinggi. Setiap 1 Kg kopi luwak liberika ini dihargai sampai 200.000 rupiah untuk olahan green bean asalan.

Saat ini, kopi Liberika Tungka di budidayakan oleh masyarakat kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pada umumnya masyarakat Kecamatan Betara mengolah kopi sampai pada tahap green bean. Hal ini disebabkan karena alat pengolahan kopi masih terbatas. Untuk produk dalam bentuk green bean asalan, masyarakat biasa mengolah secara mandiri.

Dari catatan situs Jurnal Bumi, kopi liberika disebut-sebut berasal dari tanaman kopi liar di daerah Liberia. Kopi liberika dibawa bangsa Belanda ke Indonesia pada abad ke-19.

Kopi ini dikembangkan untuk menggantikan tanaman arabika yang terserang wabah penyakit karat daun. Di Indonesia, kopi liberika bisa ditemukan di daerah Jambi dan Bengkulu.

Agar lebih dikenal secara kedaerahan, kopi liberika asal Tanjabbar ini diberi nama khusus dan menjadi varietas turunan kopi Liberika yakni Kopi Liberika Tungkal Komposit atau disingkat Libtukom.

Nama Tungkal diambil dari nama ibu kota Kabupaten Tanjabbar yakni Kuala Tungkal.

Nama khusus ini juga sudah disandang sebagai hak paten sejak 2015 lalu. Tak hanya dari Malaysia dan Singapura, sejumlah kafe dari kota-kota di Pulau Jawa juga mulai banyak yang memesan kopi Libtukom. **bpnb/da

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *