Efek dan Cara Mengatasi Sakit Mata akibat Sinar Las Listrik

Indonesia, 23 November 2019.

Efek Sinar Las Pada Mata
Sinar dari alat Las, baik itu Las Listrik, Las Karbit MDQ maupun Argon selalu menghasilkan cahaya yang terang, lebih terang dari sebuah lampu neon ataupun lampu blitz pada kamera. Cahaya dari sinar inilah pada awalnya bagi mereka yang baru berkenalan dengan dunia pengelasan akan mendapatkan pengalaman luar biasa nantinya. Pengalaman ini boleh dikatakan adalah pengalaman yang sangat menyakitkan, kenapa?
Karena bagi mereka yang pertama kali berhubungan langsung dengan dunia las, mereka akan mengalami rasa sakit pada mata mereka. Dalam istilah tukang las menyebutnya ”tertembak las”. Ini adalah sesuatu yang wajar terjadi dan pasti anda semua yang pemula atau bahkan kini sudah berpengalaman pernah mengalami hal semacam ini.
Efek sakit pada mata setelah berurusan dengan mesin las disebabkan karena Otot pada Mata yang kaget melawan kuatnya sinar las melebihi batas toleransi cahaya pada mata. Jika diibaratkan ini sama dengan seseorang yang baru saja mengangkat barang berat, efek pertama kali ya pegal-pegal bahkan bisa saja sampai encok. Begitupun pada mata mereka, karena tak terbiasa menerima terangnya sinar yang dihasilkan mesin las, otot pada matanya mengalami kelelahan akibat melawan ambang batas yang diterima mata.
Berdasarkan pengalaman penulis, cara terbaik adalah membiarkan saja hal itu terjadi. Banyak yang menyarankan agar minum obat tertentu seperti Bodrex atau antimo yang konon dipercaya di kalangan tukang las bisa meminimalisir rasa sakit pada mata, menurut saya ini tak perlu. Otot mata sama dengan otot lainnya pada tubuh, ia akan beradaptasi jika sudah terbiasa. Seperti jika anda berlatih Angkat Barbel berat ketika fitness, jika belum terbiasa pastilah anda mengalami rasa sakit dan pegal pada area otot bisepsakit mata

Tips Jika Sakit Mata Karena Las
Sedikit saya berbagi tips berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami saat merasakan sakit mata karena efek las.

•Jangan Minum Obat
Tahukah anda jika hampir semua obat kimia pabrik memiliki efek buruk buat hati, banyak saran mengatakan obat analgesik mengurangi rasa sakit pada mata, percayalah ini hal yang normal dialami bagi yang baru berkenalan las. Efek sakit hanya sampai besok pagi. Cukup kompres pakai mentimun atau obat tetes mata saja jika mau.
•Jangan Tidur Terlalu Awal

Umumnya jam kerja di ìndonesia sampai jam 4 atau 5 sore, bagi mereka yang baru saja selesai berhadapan langsung dengan cahaya las, mereka akan mengalami rasa kantuk luar biasa, percayalah ini bukan rasa kantuk yang disebabkan kurang tidur, ini adalah rasa ngantuk yang disebabkan oleh kelelahan pada mata. Setelah seharian menerima intoleransi cahaya, bagian tubuh yang disebut mata ini mempunyai mekanisme tersendiri buat istirahat, salah satu sinyalnya adalah rasa kantuk. Jika sepulang kerja anda mengalami kantuk ini dan menurutinya untuk tidur, percayalah anda pasti akan terbangun 2 jam kemudian dengan rasa sakit pada mata. Pengalaman saya dulu ketika pulang kerja jam 5 merasakan kantuk luar biasa, karena belum tahu akhirnya menuruti mata untuk tidur. Hasilnya terbangun habis maghrib dengan kesakitan pada mata disertai rasa lapar karena belum makan sore. Tahukah anda kalau pada saat itu saya menahan lapar sampai pagi hari. Bukan karena tak ada makanan tapi disebabkan tak bisa untuk membuka mata (masa iya makan sambil merem).
Saran tidurlah ketika memasuki jam 21.00 keatas.
•Asa Bisa Karena Terbiasa

Dan semua ini akan berlalu jika anda sering dan terbiasa mengalaminya, lama kelamaan anda tak akan merasakan sakit mata lagi yang disebabkan efek las.

Tukang Las Listrik

Sakit mata yang disebabkan karena mesin las tak selalu faktor cahaya, faktor asap dari pembakaran juga mempengaruhi. Umumnya mereka yang pernah mengalaminya merasakan seperti ada Pasir di dalam bola mata-nya yang berwarna merah dan jika mereka merasakan sakitnya pada malam hari, cahaya dari lampu rumah akan menambah rasa pegel yang dirasakan.

Cara Mengatasi Sakit Mata Akibat Las Listrik

cara mengatasi sakit akibat las listrik
Sakit mata akibat terkena las listrik bukan main rasa sakitnya. Tidak heran jika para pemula kerap kali mengeluhkan rasa sakit yang disebabkan pada saat mengelas.
Pada sebagian pemula, rasa sakit akibat las listrik ini terkadang menjadikan ancaman tersendiri sehingga banyak yang mengalami kegagalan di tengah jalan tanpa mau meneruskan untuk menjalani profesi sebagai tukang las terlebih las listrik. Untuk mencegah sakit mata ketika pengelasan anda bisa mencoba beberapa tips berikut ini.

Gunakanlah Alat Pelindung Las Yang Layak Digunakan

Alat pelindung las yang paling utama ialah kaca las hitam yang dilengkapi dengan tameng atau gunakan Kacamata Safety. Mengapa kaca las hitam beserta tameng menjadi hal yang paling utama ? Sebab bahaya yang paling utama ketika pengelasan las listrik yaitu sinar ultra violet serta sinar ultra merah yang muncul ketika mengoperasikan las listrik. Sedangkan tameng las dapat meminimalkan mata supaya tidak terkena asap yang bisa mengakibatkan sakit mata.

Pakai Kawat Las Yang Baik

Dengan menggunakan kawal las atau elektroda yang baik, maka ketika penyalaan awal akan berjalan dengan lancar. Jangan menggunakan kawat las yang bagian ujung kawat tersebut sudah terkelupas lapisan fluksnya, dan jangan memakai kawat las dalam keadaan basah.

Tatap Las Bagian Bawah

Apabila ternyata perlu menatap ketika pengelasan berlangsung, maka sangat disarankan untuk menatap pada bagian bawah sinar las. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan rasa sakit terhadap mata. Akan tetapi cara seperti ini hanya dilakukan untuk tukang las yang sudah kebal terhadap sinar yang ditimbulkan ketika pengelasan berlangsung.

Kompres Mata

Supaya mata tetap segar lakukanlah kompres mata secara rutin dengan memakai parutan mentimun. Caranya yaitu hanya dengan memarut mentimun kemudian taruh parutan mentimun di kelopak mata dengan mata dalam keadaan terpejam.
Sekian dari saya semoga bermanfaat Akhir kata Wassalamu’alaikum wr.wb.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *