Stop Bullying terhadap Orang Lain.

Tanjungpinang, 21 Oktober 2019.
Bully/bullying (Perundungan adalah bentuk kekerasan,ancaman,paksaan yang sengaja dan dilakukan berulang-ulang untuk mengintimidasi orang lain yang menyebabkan rasa sakit/tidak nyaman bagi korban secara fisik maupu mental. Tindakan dimana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontro orang lain dengan cara kekerasan. Ada banyak jenis bullying, bisa menyakiti dalam bentuk verbal adalah menghina,membentak, dan menggunakan kata-kata kasar. Perilaku ini bisa menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbang kekuasaan fisik dan sosial. bullying bisa menimbulkan efek berkepanjangan bagi korbannya bahkan setelah lama berlalu berdampak fisiologis hinggan dewasa.
Stop body shaming
Mencela orang lain atau dirimu sendiri karena penampilan fiksiknya
Stop racism
Racism adalah dimana orang lain dari kelompok atau lebih ke individual membanggkan apa yang ada didalam dirinya atau menjelekan orang lain yang berbeda atau kelompok lain yang berbeda. Biasanya jika suatu kelompok itu melakukan racism,kelompok tersebut lebih banyak populasinya dari pada yang diraciskan, contoh tentang agama suku dan budaya.
Aplikatif Sosial
Realitas utama adalah benih –benih kekerasan bullying mudah terjadi karena seringnya di diamkan dan tak mau di diskusikan secara terbuka oleh individu, masyarakat kepada masyarakat lainnya ataupun kelembangaan institusional. Kekerasan bullying umunya terjadi karena para pelakunya mengalami delusi sosial yang seolah-olah merasa hebat,lebih baik dan segalanya dari personal atau kelompok yang menjadi relasi sosialnya dimedia sosial umumnya mereka yang terlibat perilaku ini adalah orang-orang yang ingin menunjukakan eksistensi diri secara berlebihan. Akibatnya masalah ini cendrung tak dianggap serius dan justru memunculkan sikan apatis sesame masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Dan realitas utama yang tidak dapat dihindari dalam relasi sosial kita sekarang ini adalah soal makin cepatnya arus perkembangan teknologi informasi yang membuat para anak hari ini lebih suka mencari informasi dan berdiskusi dalam media sosial. Konsekuensinya relasi sosial secara nyata menjadi mudah terabaikan, kita anak itu lebih suka mencari pembenaran di dunia maya dari pada menjaga hubungan interraksi sosial dalam dunia nyata maka hal ini dapat mengakibatkan menurunya sikap penghargaan dan penghormatan anak kepada kontekstual lingkungannya. Anak dalam konteks ini merasa lebih dominan dari pada relasi nyata sosialnya.
Dalam menjalani siklus kehidupan sosial masa milineal ini seperti sekarang ini harus diberikan edukasida aplikatif sosial yang lebih bijak tanpa meninggalkan perkembangan internet yang pesat merupakan proyeksi besar bagi peningkatan kualitas sosial anak masa kini. Perilaku mengedukasi sosial bukan hanya melalui anjura ataupun argumentative tapi juga harus memberi contoh aplikatif dalam membangun relasi yang elegan dalam komunitas sosialnya masing-masing. Nilai ekseistensi diri menjadi hal yang baik dalam memupuk nilai semangat untuk berpikir maju dan nilai seperti ini dapat lebih dimaksimalkan dengan aktif turut serta dalam banyak rutinitas yang menunjang keharmonisan sosial. Aktif dalam banyak komunitas sosial merupakan satu contoh dari cara terbaik untuk membuang maraknya kekerasa bullying dalam interaksi kehidupan kita. Selain itu, kita sebagai makluk sosial juga tetap mawas diri dan harus peka terhadap hubungan sosial satu sama lain. Menjalin nilai toleransi dan menjunjung tinggi arti kemajemukan sosial merupakan aplikatif sosial yang harus terus dibudayakan secara bersama-sama.
A.Tanda-tanda pelaku bullying
1. Melakukan pelecahan verbal maupun fisik
2. Berpura-pura baik kepada yang kuat tetapi negative dalam hatinya
3. Agresif kepada yang lemah
4. Bersikap mengucilkan,menyembar gossip,membuat lelucon yang menyakitkan orang lain
B. Dampak bagi peralaku bullying
1. Tindakanya negate bahkan melanggar norma,hingga masalah kriminal
2. Resan dan frutasi jika tidak berhasil membuat bullying apalagi jika dibully balik
3. Mudah stress, tidak perna puas atau bersyukur
4. Berepribadian jelek,agresif,iri,dengki,hasut, menentang orang yang otoritasnya lebih tinggi
5. Mengganggu kesehatan
6. Hidupnya tidak tenang karena selalu iri dengki
7. Dibenci orang
C. Akibat Bullying
1. Rusaknya kepercayaan diri,minder jangka panjang
2.Cemas,takut,tidak konsentrasi aktivitas seperti bekerja dan belajar,menarik diri,stress,depresi,nekat membalas dendam atau menyakiti diri sendiri
3. Pendiam,tampak tidak bahagia,menarik diri dalam(Dari) pergaulan
4. Ada keluhan dan perubahan tingkah laku karena tekanan jiwanya
5. Masalah mental saat dewasa( lebih berat dari korba kekerasan)
6.Otok tegang ,jantung berdebar karena tubuh melepaskan adrenalin, dan kartisol, menimbulkan sakit kepala,sakit perut,mengompol,dan tidak punya nafsu makan
7. Ada luka atau memar karena dipukul,barang sering hilang karena dipalak atau dicuri
8. Prestasi menurun,mudah emosi,suka membolos,malas sekolah,malas mengerjakan tugas,marah,sedih,bersika labil ketika depresi dan sulit tidur
D.Cara melawan bullying
1. Menceritakan kepada orang yang dipercaya
2. Dengan kebaikan,dan meningkatkan prestasi
3.Cuek saat dibully
4.Berkempok sesama korban bully
5.Melawan pelaku bully
6.Mendekati atau berkawan dengan pelaku
E. Solusi Menghentikan bullying
1. Abaikan penindas dan jauhi,seperti yang disebutkan sebelumnya penindas akan merasa senang apabilan mendapatkan reaksi seperti yang dia inginkan
2.Bicara pada pelaku bullying.Tunjukan bahwa apa yang dilakukan pelaku bukan hal yang baik dan bahkan berbahaya.
3.Bantu teman yang menjadi korban bulling,Jika menyaksikan perilaku bully,jangan diam saja dan cobalah untuk member dukungan pada korban
4. Ceritakan pada orang dewasa yang dapat dipercaya
5.Tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri dan tunjukan pada lingkungan sekitar bahwa anda bukan orang yang lemah dan mudah untuk ditindas
6. Jika diperlukan pada waktu yang tepat orang tua bisa ikut campur bicara
7. Meberi saran boleh, tapi harus tertuju ke yang bersakutan jika ada hambatan doakan saja (Doa yang baik , agar doa yang baik itu kembali ke kita) . Tindakan memberi saran di baris kolom media sosial yang dibaca semua pihak kayaknya engga etis itu malah memojokan sepihak yang ada malah timbul bermacam-macam spekuasi
Dengan alasan apapun tidak dibenarkan ada seseorang menjadi perilaku bullying atau korban bully dinegara Indonesia, seperti bullying dunia media masa, dilingkungan masyarakat dan di dunia pendidikan. Karena mengakibatkan hal negati pada pelaku dan korbannya.Diperlurkan keterlibatan orang tua,tokon masyarakat dan guru untuk meghetikannya. Mari kita bertekad mewujukan “ STOP BULLYING DI INDONESIA’’

mahasiswa stisipol Raja Haji Tanjungpinanng ( sumawan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *