UAS Senang Ruang Salat Masjid Sultan Tanpa Tiang

Batam, 21 September 2019.

Ustaz Abdul Somad senang melihat ruang salat Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah tanpa tiang. Hal ini disampaikan dai sejuta view tersebut saat mengisi ceramah tabligh akbar Kemilau Muharram sekaligus peresmian Masjid Sultan, Jumat (20/9).

“Ini yang buat saya senang ceramah di sini.

Tak ada tiang di tengah.

Sehingga tak ada jemaah yang bersandar.

Tak ada saf yang putus. Masya Allah cantik dan indah,” kata Alumni Universitas Al-Azhar Kairo ini.

Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan tahniah kepada Walikota Batam beserta jajaran.

Atas kerja kerasnya telah berhasil mendirikan masjid terbesar se-Sumatra tersebut.

“Batam mau menunjukkan kota metropolitan, dekat Johor, Singapura. Namun tetap religius.

Tapi jangan senang dengan masjid besar. Yang perlu dipikirkan selanjutnya adalah siapa yang akan mengisi masjid ini salat berjemaah,” ujarnya.

Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masjid besar ini nantinya tetap terisi setiap waktu salat wajib.

Terutama dari jemaah salat subuhnya. Karena tugas utamanya bukanlah membangun masjid tapi memakmurkan masjid.

“Kalau sampai masjid sudah berdiri tapi tak ada yang salat berjemaah maka satu negeri Pulau Batam ini menanggung dosanya.

Maka insya Allah ada di sekitar masjid kita ini nantinya sekolah tahfiz Al-Quran, agar terus ada yang salat berjemaah di sini,” kata ustaz.

Ia berpesan tiap malam harus ada pengajian.

Datangkan ustaz dari penjuru nusantara dengan kajian ilmu yang berbeda-beda.

Sehingga bisa terus mengembangkan ilmu agamanya.

“Masjid bukan cuma tempat salat Tapi tempat pembentukan karakter umat,” ujar pria bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara ini.

Pada kesempatan tersebut Ustaz Abdul Somad juga menjadi khatib dalam salat Jumat perdana di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Dalam khutbahnya, ia menyampaikan tentang kedudukan rumah Allah.

Menurutnya bangunan pertama di muka bumi adalah masjid, yakni masjidil haram. Dan bangunan yang paling diberkahi adalah masjid.

“Maka apabila perkantoran ingin diberkahi, dirikan masjid.

Kita membangun masjid bukan untuk menolong Allah. Allah Maha Perkasa. Kita menolong agama Allah hakikatnya untuk menolong diri kita. Bila kita menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Mudah-mudahan salat Jumat perdana kita di masjid ini diterima Allah SWT,” ujar ustaz asal Riau tersebut.

Sebelum salat Jumat, jemaah tabligh akbar kemilau Muharram dan peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini juga mendengarkan tausiyah UAS. Pada kesempatan tersebut UAS menyampaikan ucapan selamat kepada Walikota Batam dan jajarannya. Karena berkat kerja kerasnya masjid kebanggaan warga Batam ini bisa terwujud.

“Manusia mati meninggalkan masjid. Kalau hanya nama untuk apa. Firaun tinggalkan nama, Qarun juga tinggalkan nama,” tutur pria berusia 42 tahun tersebut.btm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *