Di Buang Sayang,DiLakukan Dosa.


Tanjungpinang, 22 September 2019.
Hubungan di luar nikah sudah tidak di benarkan di dalam Alquraan,selain agama Islam agama lain juga di Indonesia khusus hubungan di luar nikah juga tidak di benarkan.
Walaupon tidak di benarkan oleh sesiapapun, namun perlakuan hubungan di luar nikah ini tetap di lakukan dengan secara sembunyi sembunyi oleh kaum pria dan wanita.
Dan pada minggu yang lalu,bahwa kabupaten Bintan telah menutup tempat maksiat secara bersamaan di dua lokasi di Bintan, dan juga telah mengembalikan 50 lebih pekerja sek ke kampung halamannya dengan bantuan anggaran dari Kementerian sosial.
Bukan hanya itu saja, para pekerja sek yang telah di kembalikan itu juga di beri bekal anggaran untuk membuka usaha sebagai ganti rugi pekerjaan.
Sebelumnya juga di Tanjungpinang juga terkenal lokalisasi ketika di era 70 dan 80 an yaitu batu 12, dan berhasil di tutup dan sekarang ek lokalisasi itu menjadi pemukiman masyarakat khalayak ramai.
Sulit mau di percaya atau tidak, penutupan tempat tempat yang melanggar aturan agama dan negera RI itu masih ada juga membuka namun dengan nama baru dan trend masa kini.
Seperti Messeg yang agak menjamur di iu kota Provinsi kepri Tanjungpinang, tapi tidak semua messeg tersebut membiarkan terjadinya prakek hubungan diluar nikah.
Namun setelah di laksanakan penelitian sementara, bahwa ada juga tempat Messeg atau panti pijit melakukan praktek sek yang sulit di cegah.
Dalam penuturan salah seorang tukang urut di salah satu tempat messeg bahwa upah sekali mijit itu perorang hanya 13 ribu rupiah, kalau banyak yang mijit lumayan lah dan kalau sebulan hanya beberapa orang ya pendapatan nya sungguh tidak memadai ungkap si Tita nama samarannya kepada media ini beberapa minggu yang lalu di Tanjungpinang.
Karena terdesak ekonomi untuk menghidupkan keluarga di kampung serta minimnya pendapatan maka terjadilah negosiasi ganas dan tawar menawar harga.
Pada hal di kamar messeg itu telah tertulis di larang berbuat mesum,namun pihak penyedia tempat tidak pernah protes dan melarang kalau ada pemesseg melakukan hubungan spesial untuk pelanggannya yang terpenting untuk satu jam Urut sudah di bayar terlebih dahulu.
Tempat tempat Messeg itu pernah di razia oleh petugas, namun tidak terbukti melakukan praktek sek di kamar pijit tersebut sehingga penyedia jasa Urut terus membuka usahanya dengan bermodalkan izin tertulis dari pemerintah Kota Tanjungpinang.
Sehingga penutupan dua lokalisasi di Bintan,maka di tempat lain seperti Batam dan Tanjungpinang masih ada praktek sek tersebut namun dengan gaya dan model berbeda dari lokalisasi,dan ini sangat sulit di berantas karena sek itu merupakan kebutuhan umum bagi yang mau menjalankan kesalahan menurut Agama dan Tata hukum negara RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *