Walikota Himbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bahaya Kebakaran

Tanjungpinang, 17 September 2019.

Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S. Pd membuka Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Bahaya Kebakaran, di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, Senin (16//2019)

Kegiatan yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Penanggulangan Kebakaran kota Tanjungpinang, dihadiri Wakil Walikota, Hj. Rahma, Asisten I, Teguh Ahmad Syafari, Camat, serta Lurah dilingkup pemerintah kota Tanjungpinang.

Walikota, H. Syahrul dalam sambutannya mengatakan saat ini di Indonesia, termasuk kota Tanjungpinang tengah menghadapi suasana yang tidak menyehatkan disebabkan kiriman asap dari pembakaran hutan di wilayah Kalimantan, Palembang maupun Riau.

“Sekarang kita sudah mendapat kiriman asap dari luar, jadi jangan membakar sampah sembarangan,” ucap Walikota

Selain itu, saya minta, khususnya emak-emak untuk selalu mengecek kabel-kabel listrik, pastikan kompor sudah dimatikan guna mencegah atau meminimalkan potensi kebakaran di masing-masing tempat,” tambah Walikota sebelum membuka pelatihan tersebut.

Disebutkan Syahrul, data terakhir yang dimiliki oleh Satpol PP dan Penanggulangan Kebakaran kota Tanjungpinang periode 2019 yaitu dari Januari sampai Agustus kejadian kebakaran yang terjadi di wilayah kota Tanjungpinang sebanyak 203 kali kejadian, dimana dari jumlah tersebut terdapat 23 kasus kebakaran hutan dan lahan.

Ancaman kebakaran tersebut, tentu akan merugikan masyarakat, baik moril maupun material.

Untuk itu, saya himbau agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya kebakaran,”Dengan siaga dan selalu waspada diharapkan kebakaran yang terjadi di wilayah Tanjungpinang bisa diminimalisir,” kata dia

Lewat pelatihan ini, ucap Syahrul, diharapkan masyarakat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan khusus pencegahan dan penanggulangan terhadap kebakaran.

Selain itu diharapkan juga, masyarakat memiliki persepsi yang sama bahwa kerugian akibat kebakaran tidak hanya bersifat pribadi tetapi dapat merugikan semua pihak baik masyarakat sekitar maupun pemerintah sehingga dengan memiliki persepsi yang sama dapat menimbulkan motivasi untuk kebersamaan dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Bapak/ibu adalah pelopor perpanjangan tangan pemerintah untuk memberikan edukasi, dan tugasnya bukan hanya untuk memadamkan kebakaran saat terjadi, tetapi juga sebelumnya, dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat terhadap bahaya kebakaran,” tutup Walikota, seraya membuka kegiatan secara resmi.

Sebelumnya, Kasatpol PP dan Penanggulangan Kebakaran kota Tanjungpinang, Hantoni melaporkan kegiatan pelatihan diikuti sebanyak 180 peserta yang berasal dari perwakilan di 18 kelurahan se- kota Tanjungpinang.

Pelatihan akan berlangsung lima hari, dimulai 16 hingga 20 September 2019 di dua lokasi yakni, hotel Bintan Plaza dan lapangan Pamedan A. Yani.

“Para peserta akan diberikan teori selama dua hari, dan dua harinya mereka akan melakukan simulasi adegan penanggulangan kebakaran di lapangan Pamedan A. Yani,” terangnya. (Diskominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *