Tinjau KEK Galang Batang, Nurdin Minta Lingkungan Terjaga Dengan Standar Internasional


* Hari Libur, Tetap Kawal Pembangunan Kawasan Investasi

Kepri, Mei 2019.

Gubernur H Nurdin Basirun melakukan peninjauan sejunlah proyek, meski sudah masuk cuti bersama Idul Fitri. Selain meninjau proyek, Nurdin juga menghabiskan malam terakhir Ramadhan dengan bersafari ke sejumlah masjid di Karimun.

Usai Safari Subuh di Masjid Al Khairat Kampung Bulang Tanjungpinang, Senin (36), Nurdin memilih meninjau proyek strategis. Yang pertama ditinjau Nurdin adalah Proyek Gurindam 12.

Nurdin meninjau sisi yang sedang dilakukan penimbunan. Sesekali Nurdin mencoba kepadatan hasil urukan. Juga melihat material yang digunakan untuk menimbun.

“Hanya ingin memastikan semua berjalan sesuai perencanaan,” kata Nurdin.

Nurdin memastikan hasil urukan bagus. Apalagi dia sudah mencoba tekstur pasir. Nurdin juga melihat kerapian pekerjaan ini. Ia ingin semuanya berjalan baik.

Usai meninjau Gurindam 12, Nurdin melakukan peninjauan di PT BAI, Bintan. Di sini Nurdin meninjau progres sejumlah tempat yang semakin banyak diminati para investor ini.

Setelah melihat peta progres pengembangan di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang itu, Nurdin melakukan penjinjauan di sisi pelabuhannya. Dari sini berbagai arus logistik dan keluar masuk barang dilakukan.

Nurdin tampak senang dengan perkembangan di PT BAI. Apalagi ini salah satu proyek strategis yang disetujui Presiden Joko Widodo.

“Dalam rangka mengawal setiap kebutuhan masyarakat dan upaya untuk terus mengembangkan daerah, di hari libur sekalipun akan kita manfaatkan untuk menjawab hal tersebut,” ujar Nurdin usai melakukan peninjauan.

Statement awal Nurdin sendiri ketika menjelaskan tujuan dari kunjungannya ini adalah Berstandar Internasional, bagaimana kawasan industri Galang Batang tersebut lingkungannya terjaga dengan skala internasional. Karna tentu akan berimbas positif bagi kawasan serta pemukiman disekitar.

“Permintaan Gubernur adalah bagaimana kawasan ini terjaga lingkungannya dengan berstandar internasional dan pihak disini telah menjalankannya,” lanjutnya.

Kedatangan Nurdin sendiri menurut nya merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk terus hadir, telebih turun kelapangan untuk melihat langsung kondisi dan kendala yang terjadi.

“Jadi jika ada kendala segera kita cari solusi dan selesaikan, tapi dari pantauan tadi sudah berjalan baik, namun akan terus kita pertahankan kondisi ini,” kata Nurdin.

Mengelola industri menurut Nurdin pun salah satu upaya penting dalam mencapai kesejahteraan baik bagi daerah maupun masyarakat tentunya, terlebih dapat tetus mendorong investasi agar semakit melesat kencang.

“Pemerintah terus mendorong investasi guna menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan roda perekonomoian,” tambahnya.

Dan yang paling penting dari semua itu adalah tenaga kerja lokal, yang selalu Nurdin tekankan dalam setiap kesempatan. Maka dirinya menghimbau kepada pihak Galang Batang agar terus memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Sumber daya manusia lokal tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan setiap aktifitas terlebih kawasan industri, tenaga kerja lokal menjadi fokus penting yang saat ini telah baik dan kedepan harus semakin ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Dari pantauan Nurdin kelokasi yang ditemani oleh Direktur PT. BAI Santoni adalah para pekerja terus melakukan percepatan pembangunan. Adapun dari informasi yang didapat dalam sehari saja penggunaan semen mencapai 1.500 ton.

Pengembangan kawasan yang terus dipercepat dan dikerjakan sejalan dengsn pembangunan tahap kedua dari Kawasan ini sendiri ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 dan dapat bisa langsung berjalan serta akan menjadi yang terbesar se-Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *