Anak Kampong Akan Membangon Kampong.

Perjalanan Yang Mengesankan.
Kepri, Mei 2019.
Setiap perjalanan pasti membawa kesan tersendiri, terutama banyak hal yang dapat di lihat.
Pada hari jumaat tanggal 17 Mei 2019, memulai perjalanan dari Batam hendak ke desa Dusun Nio kecamatan Moro kabupaten Karimun, melewati pelantar rakyat Sagulung.
Dengan besaran ongkos 50 ribu rupiah dan dalam tempoh 2 jam dengan menggunakan bot pancong bermesin 4.
Sekitar jam 4, maka tibalah di desa Selat Belingge salah satu desa nelayan dengan jumlah penduduk 100 kepala keluarga.
Usai rehat sejenak beberapa saat, maka perjalanan di teruskan ke desa dusun Nio dengan menggunakan sepeda motor menjelajah tajamnya jalan tanah dan sedikit beraspal.
Sekitar 30 menit lamanya,maka awak media melayupos.com menembus ke desa Dusun Nio tempatnya wilayah pendidikan.
Yang di liahat adalah pemandangan bukit yang asri serta ada beberapa sekolah menenggah pertama hingga SMAN 2 Moro.
Tapi di depan SMAN itu terdapat sebuah pesantren milik provinsi kepri, yang memiliki gedung indah di atas bukit.
Baru tiga tahun lebih pesantren ini di buka khusus penghafal Alquraan 30 juz.
Memang suasana di tempat tersebut terasa nyaman dan tenang dan memiliki hawa dingan, sehingga kita akan betah duduk di lokasi pesantren tersebut.
Menurut salah seorang ustad Uspandi, bahwa bila santri memang ingin menggali ilmu Alquraan maka inilah surganya para santri tegas Uspandi kepada media ini 17/5.
Selain bangunan lokal di pesantren, maka sudah ada mesjid megah yang telah di bangun di tahun 2018 yang lalu,namun sekarang masih tahap pembangunan lanjutan terang dirut Quraan Center kepri Mahadi.
Usai menikmati bangunan gedung pesantren yang megah,maka ada beberapa proyek pembangunan yang telah berjalan seperti jalan lingkar mulau dari selat Belingge hingga ke Sugi.
Berkat perjuangan anak kampong yang telah menjadi pejabat di provinsi kepri, baik anggota DPRD kepri mau pun yang menjadi Asn berupaya agar kampong yang dulunya terbelakang sekarang akan menjadi kampong menuju destinasi wisata.
Berkat perjuangan beberapa anak kampong tersebut, maka beberapa proyek penting telah ada seperti akses jalan Puskesmas PLN dan sarana pendidikan yang dimulai dari SD hingga ke pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *