DiMana Keberadaan Bupati Bintan Ketika Naik KeKapal.

Walaupon Kapal Judi,Namun Membawa Rizki Bagi Anak Negeri.
Bintan,Mei 2019.
Sebelum masuk bulan Puasa,Bintan khususnye kawasan khusus wisata bertarap antara bangsa kedatangan kapal supermewah di tahun 2019 seperti Titanik,dalam kapal tersebut ada berbagai negara yang ikut berlayar menikmati alam bebas lautan dunia.
Namun bagi orang yang nak ikut berlayar dikapal tersebut Voyager Of The Seas tidaklah mudah seperti mau berangkat ke Batam,melain harus memiliki aturan seperti penumpang wajib memiliki dana yang cukup besar.
Katena di dalam kapal telah disediakan berbagai macam atraksi orang dewasa dan judi berskala internasional yang mewah dan megah.
Sehingga ketika kapal canggih itu berlabuh di lautan kepri khususnya lagoi,ribuan penumpang di batasi turun ke tanah melayu tersebut.
Begitu juga sebaliknya,masyarakat luas di larang masuk ke kapal dan hanya orang orang tertentu saja yang boleh masuk itupun wajib menunjukan KTP dan sangat di batasi hanya Gubernur kepri dan Rombongan kecil dari pemerintah Kabupaten Bintan seperti kadis pariwisata Bintan Wan Rudi Iskandar yang dapat menginjak kaki ke kapal mewah itu.
Apapun kisah kapal pesiar yang megah itu,sekitar seribu lebih turis yang turun ke tanah melayu lagoi memberikan efek riski bagi masyarakat Bintan terutama bidang transportasi.
Hal ini di kisahkan oleh Bejo salah seorang mantan karyawan lagoi,dari kehadiran kapal tersebut ia mendapatkan riski dari turis yang menyewa kenderaaannya ungkap Bejo di Tg.Uban 6/5.
Turis turis yang menginjak kakinya ke Tanah melayu Bintan diberi kebebasan menikmati alam Bintan yang dipandu dan di antar oleh Bas Taksi dan transportasi lainnya seperti ojek pun dapat riski dari turis yang turun dari kapal pesiar tersebut.
Pendapatan dalam satu hari itu mencapai jutaan rupiah yang bisa di dapatkan, tambah Bejo lagi.
Namun satu hal lagi, memang para turis banyak membawa duit dollar dan lainnya tapi kita harus jujur pada turis tersebut itu karena para turis tersebut tidak memegang duit rupiah tutur Bejo lagi kepada media ini.
Keuntungan lainnya di dapat dari kapal pesiar tersebut seperti masuknya dana laboh jangkar ke kantong PAD kepri dan Bintan.
Tidak di pungkiri bahwa, kapal pesiar tersebut nemiliki mesin mesin judi yang canggih sehingga banyak masyarakat bintan menolak kedatangan kapal yang di maksud.
Pemerintah Bintan tidak mau menonjolkan nuansa musik melayu ketika turis turun ke Lagoi, melainkan musikn musik dari luar negara.
Dan menurut pembawa acara yang enggan namanya di sebut kan bahwa kenapa dibawakan lagu lagi Barat itu hajat yang punye acara dan kamipun harus ikot tegasnya ketika berada di pelabuhan Bentan Telani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *