Ranah Kajari Bintan Penegakan Kasus Hutan Larangan.

Tahun 2003 Sudah Masuk Ke Hutan Lindung.
Bintan, Mei 2019.
Carut marut kisah hutan lindung yang ada di Bintan dan sangat menyiya perhatian masyarakat umum dikepri.
Namun pihak dinas kehutanan Bintan dan provinsi hanya bisa diam atas kejadian tersebut.
Menurut pengakuan salah seorang warga desa Lancang kuning yang menuturkan bahwa dirinya dan kawan sejawat masuk ke hutan larangan tersebut di tahun 2003.
Dengan bermodalkan surat Tebas yang dikeluarkan oleh kades ketika itu, namun dirinya dan kawannya tidak tahu bahwa hutan itu adalah hutan yang dilindungi oleh negara tutur salah seorang warga desa Lancang kuning kepada media ini di Tanjungpinang 3/5.
Masih menurut warga tadi, bahwa ketika mendiami kawasan hutan terlarang itu kondisinya sudah botak dan banyak pohon besar sudah di tebang dan sekarang hanya tinggal tunggul aje pungkasnya lagi.
Hingga sekarang bahwa kawasan hutan lindung tersebut telah banyak dibangun rumah pribadi dan rumah negara, dan bahkan tanah terlarang sudah di miliki masyarakat dengan hak penuh yaitu Sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN.
Dengan bermodalkan keberanian dan ketidaktahuan tentang hutan lindung, maka masyarakat di dalam kawasan hutan ingin melebarkan jalan dengan menggunakan alat berat di tahun 2018.
Kisah carut marut hutan lindung ini telah membawa 3 orang tersangka dari polres Bintan namun yang satu tersangkanya lagi kabur dari jeratan hukum yang telah tangani oleh Kajari Bintan.
Sangat di sesalkan bahwa ada pembiaran dari dinas kehutanan Bintan dan provinsi kepri, yang mana maraknya penebangan hutan serta pembangunan pemukiman di kawasan hutan lindung di Sei Jagoh dan desa Lancang Kuning Tanjung Uban Kabupaten Bintan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *