Naiknya Gas Maka Merambat Ke Bahan Yang Lain

Kisah DiBalik Gas 3 Kg.
Kepri, Desember akhir 2018.
Pergantian penggunaan minyak tanah ke gas yang beratnye 3 kg membuat masyarakat kebinggunagan dan rasa ketakutan ketika itu.
Namun kebijakan pemerintah itu sudah berjalan sekian lama ketika presiden nya bukan sekarang, dan sebagian masyarakat miskin takut menggunakannya sehingga ketika dikasi gas malah tak mau menerimanya.
Gas elpiji tersebut diperuntukan bagi warga miskin bukan warga yang kaya,,namun kenyataannya yang menggunakan gas tersebut para pedagang khususnya kedai kopi.
HET gas pertabung isi ulang ditiap pangkalan di patok seharga 15 ribu rupiah, dan dijual ke warga 18 ribu.
Dan di akhir tahun 2018 ini, pemerintah menaikan harga tersebut menjadi 18 ribu perpangkalan dan harga jual ke masyarakat miskin akan menjadi 20 ribu perkilo.
Hal ini di benarkan oleh Acin salah seorang pemilik pangkalan gas di Tanjungpinang pada hari sabtu tanggal 29 Desember 2018.
Dan pemilik pangkalan pun tidak dapat membantah soal kenaikan gas tersebut,,apa lagi sudah di restui oleh walikota Tanjungpinang baru baru ini.
Namun sangat di sayangkan bahwa gas yang beratnya 3 kilo itu bukan untuk masyarakat miskin namun diperuntukan juga untuk masyarakat kaya.
Dalam pantauan media ini, bahwa di tabung gas tersebut tertulis Untuk ” Masyarakat Miskin”.
Pemerintah pun tak mampu untuk menegur kejadian yang telah terjadi pada masyarakat kaya menggunakan gas elpiji 3 kg tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *