Perempuan Punya Peran Penting Majukan Bangsa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menerima Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOWI), foto : jayadi/hr
Jakarta, April 2018.
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan DPR RI selalu mendorong pemerintah agar menerapkan kebijakan berspektif gender di berbagai lembaga dan kementerian. Diharapkan Indeks Pembangunan Gender (IPM) Indonesia akan terus meningkat. Laporan Human Development Report (HDR), Indeks Pembangunan Gender Indonesia berada pada level sedang dalam peringkat negara di dunia lainnya.
“IPM Indonesia harus terus kita tingkatkan. Kita punya program Three Ends, yaitu menyelesaikan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi. Ketiganya diselesaikan dalam rangka meningkatkan pemberdayaan dan kualitas hidup perempuan. Kita harapkan dengan kerja keras bersama, IPM kita bisa semakin bagus,” tutur Bamsoet, sapaan akrabnya, saat menerima Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) di ruang kerja pimpinan DPR RI, Jakarta, minggu yang lalu.
Bamsoet menilai aktifnya kaum wanita, menjadi harapan besar bahwa bangsa ini masih menggeliat dalam pembangunan. Peran aktif kaum wanita menjadi lonceng yang menggetarkan semangat bangsa.
“Kaum wanita punya daya sensitifitas yang tinggi dibandingkan kaum pria. Saya senang sekali, ibu-ibu semua aktif di organisasi sosial kemasyarakatan. Ini menunjukan optimisme bangsa kita,” ujar Bamsoet.
Bagi politisi Partai Golkar ini, sepak terjang para tokoh wanita di masa lalu menunjukan kaum wanita tidak pernah menjadi subordinasi kaum pria.
Bukan hanya sebagai pelengkap, namun kaum wanita telah menjadi lokomotif dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Sejak kecil kita akrab dengan sosok Cut Nyak Dien, RA Kartini, Rasuna Said, Dewi Sartika, serta para wanita lain yang menjadi pahlawan nasional. Perjuangan tersebut tetap harus kita lanjutkan hingga masa mendatang,” jelas Bamsoet.
Bamsoet meminta kaum wanita mempersiapkan dirinya sebaik mungkin agar bisa menduduki berbagai jabatan publik. DPR bersama pemerintah sudah memperkenalkan sistem yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen keterwakilannya perempuan dalam daftar calon anggota legislatif.
“Kita harapkan partai politik bisa memaksimalkan kuota tersebut, sehingga akan semakin banyak kaum perempuan yang mendapatkan amanah sebagai wakil rakyat. Saya yakin, semakin banyak perempuan di DPR RI, akan semakin meningkatkan produktifitas kinerja dewan,” pungkasnya. (rnm/sf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *