Komisi V Kecewa Dirut Pelindo I Tak Hadir

Jakarta, melpos february 2018.

Anggota Komisi V DPR RI Sahat Silaban menyayangkan ketidakhadiran Direktur Utama (Dirut) Pelindo I dalam Kunjungan Spesifik Komisi V DPR RI ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Medan, Sumatera Utara. Ironisnya, ketidakhadiran Dirut Pelindo I tidak disertai keterangan. Padahal, tambah Sahat, kunjungan tersebut sudah direncanakan kurang lebih setengah tahun yang lalu, namun Pelindo I selalu menyatakan ketidaksiapan pihaknya.

“Kali ini, menurut saya tidak bisa ditolerir lagi, karena telah ditelpon berkali-kali, tapi ternyata yang bersangkutan tidak di tempat dan tanpa keterangan yang jelas,” ungkapnya usai pertemuan antara Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI dengan jajaran Direksi PT Pelindo I di Pelabuhan Kuala Tanjung, Medan, Sumatera Utara, Senin (5/2/2018).

Politisi F-Nasdem itu mengatakan, kedatangan Komisi V ini dengan maksud menyerap apa telah yang dicita-citakan Pelindo I agar dapat didukung sepenuhnya oleh Komisi V DPR RI. Mengingat Pelindo I merupakan mitra dibawah Kementerian Perhubungan yang juga bermitra dengan Komisi V DPR RI.

“Tentunya persoalan-persolan yang di bawah mitra kami itu, alangkah baiknya juga kami ini ikut sebagai pengawas. Mengingat fungsi DPR RI yakni fungsi pengawasan. Dalam hal pemakaian anggaran, tentu DPR bertanggung jawab mengawasi penggunaan anggaran oleh Pelindo agar tepat sasaran,” jelas politisi asal dapil Sumut itu.

Senada dengan Sahat, Anggota Komisi V DPR RI Anthon Sihombing mengungkapkan kekecewaanya akan ketidakhadiran Dirut Pelindo I tersebut dan nantinya akan dilakukan penjadwalan pertemuan ulang.

“Tentunya karena Dirut PT Pelindo I tidak hadir, maka akan dilakukan penjadwalan ulang di waktu yang lain. Pengoperasian proyek ini kan anggarannya triliunan rupiah, kalau tidak diawasi, tidak bagus juga,” imbuh Politisi F-Golkar itu.

Seperti yang diketahui, pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung adalah pelabuhan laut yang sedang dibangun di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Pelabuhan tersebut nantinya diharapkan akan dapat menampung 60 juta TEUs (dua puluh kaki unit setara) per tahun sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia Barat, lebih besar dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. (tra/sf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *